Dua Kampus di Jawa Timur Sediakan Fasilitas untuk Sekolah Rakyat

Istimewa

Dua Kampus di Jawa Timur – Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ikut menyediakan saran dan prasarana untuk sekolah rakyat yang rencananya di buka 1 April 2025.

Menteri sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa 45 sekolah telah siap di gunakan.

Dari 211 titik yang di rencanakan, 45 sekolah sudah siap menerima siswa.

“Sudah ada 45 (titik) tahap pertama yang sudah siap membuka pendaftaran siswa,” ungkap sosok yang akrab di sapa Gus Ipul tersebut dalam rilis pers resmi.

Berdasarkan data dari Kemensos, 211 titik Sekolah Rakyat itu menggunakan 164 rekomendasi berbagai pemerintah daerah.

Diketahui ada 38 titik sudah berupa bangunan dan 126 titik masih berupa tanah.

Sedangkan 45 titik yang siap di gunakan ini terdiri dari 33 sentra, 6 balai, 4 IPWL, Poltekesos, dan Pusdiklatprof. Sekolah-sekolah itu nantinya berdiri di atas aset milik Kemensos.

Selain itu, ada dua universitas yang juga mengusulkan lkasi untuk di bangun Sekolah Rakyat. Mana saja?

2 PTN yang membuat lokasi sekolah rakyat

Perlu diketahui, Sekolah Rakyat menyasar siswa dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 hingga desil 3 berdasar Data Sosial Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah berkonsep asrama ini keseluruhan biayanya di tanggung pemerintah dan mencakup semua jenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Sekolah Rakyat akan menyaring guru-guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sekitar lokasi pengadaan.

Sementara data PTN yang ikut mengusulkan lokasi sekolah rakyat yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya.

Baca juga artikel lainnya di sini https://outbackgovie.com/

1. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Lokasi Sekolah Rakyat rencananya akan di pusatkan di Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya.

rekto Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nurhasan menyatakan siap mendukung dan menyukseskan program yang di inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Kami sudah lakukan kajian dan menyiapkan semua kebutuhannya, baik sarana maupun prasarana (sarpras),” ucap guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu, saat di konfirmasi.

Selain infrastruktur, Unesa juga memastikan semua kebutuhan pendukung sudah di siapkan, di antaranya asrama kamps yang di perlukan untuk para siswa atau murid yang belajar di Sekolah Rakyat.

Kedua, Sekolah Laboratorium atau Labschool. Unesa memiliki sekolah laboratorium dari jenjang PAUD-SMA atau SMK, yang di dukung program sister school dengan jaringan kemitraan dalam dan luar negeri, yang tentunya bisa memperkuat implementasi Sekolah Rakyat di Unesa.

Ketiga, Pendidikan Prfesi Guru (PPG). Tenaga pendidik profesional yang di hasilkan Unesa melalui PPG bisa menjadi elemen penting dalam mendukung program pemerintah tersebut. Program ini juga di perkuat dengan SM3T atau Sarjana Mengajar di Daerah 3T.

Keempat, laboratorium merdeka dan ketersediaan SDM yang berkompeten di berbagai bidang. SDM Unesa di bekali dengan kemampuan mengajar atau mendidik anak berkebutuhan khusus atau disabillitas. Sehingga, sangat siap berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Kelima, sasilitas yang mendukung dari berbagai aspek, termasuk sport science center, pusat layangan disabilitas, pusat unggulan seni-budaya, hingga asrama, dan Klinik Pratama Unesa.

“Dengan berbagai kesiapan tersebut, Unesa siap membersamai pemerintah melaksanakan Sekolah Rakyat yang nantinya di harapkkan menghasilkan lulusan yang kuat, cerdas intelektualnya, tangguh mentalnya dan karakternya,” ucapnya

2. Universitas Brawijaya (UB)

Universitas Brawijaya (UB) di Malang merupakan salah satu lokasi yang terlibat dalam program Sekolah Rakyat.

Hanya saja belum ada informasi lanjut seperti apa upaya UB dalam mendukung program ini. Salah satu sekolah kedinasan yang bisa di coba lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan tahun ini adalah Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).

STMKG merupakan sekolah kedinasan milik BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Karena STMKG berstatus ikatan dinas, setelah menyelesaikan studi kamu bisa jadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan kerja BMKG.

Selain bisa jadi CPNS, jika di terima di STMKG, kamu juga bisa kuliah gratis jika di nyatakan di terima di STMKG.

 

 

Perjuangan Enzo Berangkat Pagi Buta Naik KRL demi Sekolah

Perjuangan Enzo Berangkat – Transportasi KAI Commuter Line tidak hanya menjadi pilihan bagi pekerja atau karyawan, melainkan juga untuk anak sekolah.

Bel tanda masuk sekolah yang berdering di antara pukul 06.30-07.00 WIB harus bisa dilalui mereka sebelum gerbang ditutup.

Hal ini yang harus ditempuh Enzo (14) setiap hari untuk berangkat sekolah dari rumahnya di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menuju sekolahnya di Kebayoran, Jakarta Selatan.

Dia mulai menjalani rutinitas berangkat pagi buta saat matahari belum terbit sejak duduk di kelas 5 SD. Dia menuju Stasiun Parung Panjang pukul 04.00 WIB. https://outbackgovie.com/

Perjalanan Dimulai Sebelum Fajar

Bagi Enzo, waktu tidur adalah barang mewah yang jarang ia nikmati. Setiap pagi, alarm di ponselnya berbunyi begitu awal, terkadang bahkan sebelum matahari terbit. Jam 4 pagi, Enzo sudah harus siap-siap menuju stasiun terdekat di rumahnya. KRL menjadi satu-satunya pilihan transportasi yang dapat membawanya menempuh jarak jauh menuju sekolah. Bukan perjalanan yang nyaman, tetapi itulah yang harus di laluinya demi pendidikan yang ia impikan.

Bayangkan saja, di pagi buta saat banyak orang masih terlelap, Enzo sudah memulai perjalannya dengan penuh tekad. Stasiun yang biasanya lengang pada jam-jam seperti itu mulai di penuhi oleh penumpang-penumpang yang juga mengincar kereta pertama. Enzo dengan sabar menunggu giliran untuk masuk ke dalam kereta yang biasanya sudah penuh sesak. Begitu masuk, ia harus berdiri dengan berdesakan bersama ratusan orang lainnya. Tidak ada kursi kosong. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Fokusnya hanya satu: sampai di sekolah tepat waktu.

KRL yang Padat dan Panas

Salah satu tantangan terbesar Enzo adalah menghadapi KRL yang sering kali penuh sesak. Bagaimana bisa belajar dengan nyaman jika dalam perjalanan saja ia sudah harus bertahan dalam kondisi yang tak nyaman? Panasnya udara, kebisingan dari suara klakson kereta, hingga sesaknya penumpang yang tidak memberi ruang untuk bergerak. Semua itu adalah bagian dari perjuangannya. Tapi, Enzo tidak pernah mempermasalahkan semua itu. Baginya, yang lebih penting adalah sampai ke sekolah dengan semangat dan siap untuk menuntut ilmu.

Saking padatnya, Enzo sering kali tidak dapat memegang pegangan dengan nyaman. Ia hanya bisa berharap agar perjalanan menuju sekolah lancar tanpa hambatan. Kadang-kadang, KRL terlambat mengalami kerusakan, memperburuk kondisi yang sudah sangat melelahkan. Namun, semua itu hanya menjadi tantangan tambahan yang harus ia hadapi. Dengan penuh ketabahan, ia bertahan di tengah lautan manusia, tetap fokus pada tujuannya.

Menempuh Jarak Jauh Demi Cita-Cita

Bukan tanpa alasan Enzo rela menempuh perjalanan panjang dan melelahkan ini. Di balik perjuangannya, ada cita-cita besar yang ingin ia capai. Bagi Enzo, pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik. Meski perjalanan ke sekolah memakan waktu hingga berjam-jam, ia tahu bahwa itu adalah investasi untuk masa depan. Tidak ada rasa lelah yang mampu menghentikan langkahnya.

Dengan perjuangan yang luar biasa ini, Enzo juga memberi contoh nyata bagi teman-temannya dan bahkan banyak orang dewasa yang mungkin tidak menyadari betapa berartinya pendidikan bagi generasi muda. Dalam setiap tetes keringat dan lelahnya, Enzo tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang mendukungnya, keluarga, dan cita-cita yang ia pegang teguh.

Keberanian untuk Menghadapi Segala Rintangan

Tidak ada yang mudah dalam perjuangan Enzo. Namun, di balik semua itu, ia menunjukkan bahwa keberanian dan ketekunan adalah kunci utama untuk meraih apa yang diinginkan. Enzo bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan contoh bagi banyak orang tentang bagaimana seharusnya kita menghargai pendidikan, tidak peduli seberapa berat tantangan yang ada di depan kita.

Perjalanan Enzo adalah kisah nyata perjuangan seorang pelajar yang tak kenal lelah. Dengan semangat yang tak mudah pudar, ia membuktikan bahwa setiap kilometer yang ditempuh, setiap kereta yang dinaiki, adalah bagian dari usahanya untuk meraih impian.